Artikel

Tiga Periode Dipercaya Warga, M. Yunus Tampubolon Tegaskan Kepala Desa Harus Melayani Tanpa Pamrih

19
×

Tiga Periode Dipercaya Warga, M. Yunus Tampubolon Tegaskan Kepala Desa Harus Melayani Tanpa Pamrih

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Padangsidimpuan, Liputan9.co – Kepala Desa Simirik, M. Yunus Tampubolon, menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama bagi setiap aparatur pemerintahan desa tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apa pun dari warga. Menurutnya, semangat pengabdian yang tulus merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.

Pernyataan tersebut disampaikan M. Yunus Tampubolon saat berbincang mengenai perjalanan kepemimpinannya yang telah mengantarkannya menjabat sebagai Kepala Desa Simirik selama tiga periode. Baginya, jabatan kepala desa bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi kepada masyarakat.

“Pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas. Jangan menunggu imbalan dari masyarakat untuk memberikan pelayanan. Itu merupakan bentuk pengabdian yang harus diterapkan kepada seluruh warga,” ujar Yunus, kepada media ini, di Desa Simirik, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, Rabu (24/06/2026)

Menurutnya, seorang kepala desa dan perangkat pemerintahan desa harus mampu menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Dengan memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan tanpa diskriminasi, pemerintah desa akan memperoleh kepercayaan dan dukungan dari masyarakat.

Yunus mengatakan bahwa selama menjalankan tugas sebagai kepala desa, dirinya selalu berpegang pada prinsip bahwa seorang pemimpin harus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi warga, serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Saya sepenuhnya mengabdi untuk masyarakat. Ketika kita bekerja dengan tulus untuk masyarakat, maka masyarakat juga akan memberikan dukungan dan kepercayaan kepada kita. Hubungan yang baik antara pemerintah desa dan masyarakat menjadi modal utama dalam membangun desa,” katanya.

Prinsip pengabdian dan pelayanan yang dipegang teguh tersebut, lanjut Yunus, menjadi salah satu faktor yang mengantarkannya dipercaya masyarakat untuk memimpin Desa Simirik hingga tiga periode. Kepercayaan yang terus diberikan warga menjadi bukti bahwa masyarakat menilai kepemimpinannya mampu membawa perubahan dan kemajuan bagi desa.

Tidak hanya Desa Simirik, terdapat tiga desa lainnya di wilayah tersebut yang juga dipimpin oleh kepala desa yang berhasil menjabat hingga tiga periode, yakni Desa Bargottopong, Desa Baruas, dan Desa Aek Tuhul. Menurut Yunus, keberhasilan seorang kepala desa mempertahankan kepercayaan masyarakat selama beberapa periode tidak terlepas dari konsistensi dalam bekerja, kedekatan dengan warga, serta komitmen untuk terus membangun desa.

“Kepercayaan masyarakat adalah sesuatu yang sangat berharga. Tidak mudah mempertahankannya. Karena itu seorang pemimpin harus terus bekerja dan membuktikan kinerjanya kepada masyarakat,” ungkapnya.

Menariknya, M. Yunus Tampubolon mengaku bukanlah putra asli Desa Simirik. Ia merupakan pendatang yang berasal dari Kota Medan dan mulai menetap di Desa Simirik pada tahun 1991. Sejak kedatangannya, Yunus berupaya membaur dengan masyarakat, memahami karakter sosial warga, serta ikut terlibat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Berbekal kedekatan dan keterlibatannya dalam kehidupan masyarakat desa, Yunus kemudian memperoleh kepercayaan untuk terjun dalam pemerintahan desa hingga akhirnya terpilih menjadi kepala desa.

“Saya datang ke Desa Simirik pada tahun 1991. Saya bukan warga asli di sini, tetapi masyarakat menerima saya dengan baik. Dari situlah saya belajar bahwa membangun hubungan yang baik dengan masyarakat merupakan hal yang sangat penting,” tuturnya.

Menurut Yunus, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya ditentukan oleh kepala desa semata, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, dirinya selalu berupaya membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga kelompok perempuan dan pelaku usaha desa.

Di tengah tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin baik, Yunus berharap seluruh aparatur pemerintahan desa dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia menilai pelayanan yang humanis, cepat, dan transparan merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tingkat desa.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa jabatan kepala desa merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, setiap kebijakan yang diambil harus berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

“Kita harus menjadi pelayan masyarakat. Jabatan ini bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani. Jika prinsip itu dipegang, maka kepercayaan masyarakat akan tetap terjaga dan pembangunan desa dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.

Dengan pengalaman memimpin selama tiga periode, M. Yunus Tampubolon kini menjadi salah satu figur kepala desa yang dikenal konsisten mengedepankan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. Baginya, keberhasilan seorang pemimpin tidak diukur dari lamanya menjabat, melainkan dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat selama masa kepemimpinannya.

“Selama masyarakat masih membutuhkan dan selama kita mampu berbuat yang terbaik, maka pengabdian harus terus dilanjutkan. Karena sejatinya pemimpin hadir untuk melayani masyarakat,” pungkasnya. (AHN)

Tinggalkan Balasan