Regional

Proyek Taman Masaran Sampang Diduga Mangkrak, Pj Kades Bungkam Saat Dikonfirmasi

21
×

Proyek Taman Masaran Sampang Diduga Mangkrak, Pj Kades Bungkam Saat Dikonfirmasi

Sebarkan artikel ini

SAMPANG,LIPUTAN9.CO – Polemik pembangunan Taman Desa Masaran di Jalan Raya Masaran, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura kembali menjadi perhatian publik.

Pasalnya, taman yang dibangun menggunakan anggaran Dana Desa (DD) tersebut hingga kini belum juga rampung dan belum dapat difungsikan secara maksimal oleh masyarakat.

Pantauan awak media Liputan9.co di lokasi menunjukkan kondisi taman yang tampak kurang terawat. Sejumlah paving masih terlihat menumpuk di area pembangunan, sementara beberapa fasilitas disebut mulai mengalami kerusakan meski belum sepenuhnya digunakan.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan dari masyarakat terkait progres pembangunan serta pengelolaan anggaran proyek tersebut.

Aktivis muda Kecamatan Banyuates, Hasan, menilai proyek pembangunan taman tersebut perlu mendapat perhatian serius dari aparat pengawas pemerintah, khususnya Inspektorat Kabupaten Sampang.

Menurutnya, saat proses pembangunan berlangsung, anggaran Dana Desa masih dalam kondisi normal dan belum mengalami pemangkasan seperti saat ini.

Karena itu, ia menilai wajar apabila masyarakat mempertanyakan alasan proyek tersebut belum juga selesai.

“Pada waktu pembangunan taman itu, anggaran dana desa masih normal dan belum ada pemangkasan seperti sekarang. Jadi masyarakat wajar bertanya, kenapa sampai sekarang taman itu belum juga selesai dan tidak kunjung difungsikan,” ujar Hasan, Senin (25/5/2026).

Hasan menegaskan, kondisi taman yang hingga kini belum rampung dinilai janggal dan perlu dilakukan audit secara menyeluruh agar tidak menimbulkan asumsi negatif di tengah masyarakat.

“Ini perlu dilakukan audit secara menyeluruh. Kami meminta Inspektorat turun langsung untuk memeriksa proses perencanaan, pelaksanaan hingga penggunaan anggaran pembangunan taman tersebut,” tegasnya.

Ia menambahkan, audit penting dilakukan untuk memastikan transparansi penggunaan anggaran desa sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai sejauh mana realisasi pembangunan tersebut.

Menurut Hasan, fasilitas publik yang dibangun menggunakan anggaran negara seharusnya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan justru terbengkalai tanpa kejelasan penyelesaian.

“Jangan sampai anggaran sudah habis tetapi hasil pembangunan tidak jelas dan fasilitasnya tidak bisa dimanfaatkan masyarakat. Transparansi sangat penting agar tidak menimbulkan dugaan negatif,” tambahnya.

Selain meminta audit dari Inspektorat, Hasan juga mendesak Pemerintah Desa Masaran agar terbuka kepada masyarakat terkait total anggaran pembangunan taman, progres pekerjaan, serta kendala yang menyebabkan proyek tersebut belum selesai hingga saat ini.

Kekecewaan juga disampaikan sejumlah warga sekitar. Mereka mengaku prihatin karena taman yang sebelumnya diharapkan menjadi ruang publik dan tempat berkumpul masyarakat kini justru terlihat tidak terawat.

“Kami berharap taman ini segera dibenahi dan diselesaikan. Sayang kalau anggaran besar tetapi hasilnya tidak bisa dinikmati masyarakat,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Kepala Desa Masaran, Saifudin, belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi taman tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media melalui pesan WhatsApp hingga berita ini diterbitkan belum mendapat tanggapan.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Sampang melalui instansi terkait dapat segera mengambil langkah konkret, termasuk melakukan audit.

Dan evaluasi pembangunan, agar proyek Taman Desa Masaran dapat diselesaikan dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan