Tapanuli Selatan, Liputan 9.co
Saya turun langsung ke Desa Sibongbong, Kecamatan Angkola Selatan, untuk melihat kondisi pascabencana banjir dan longsor serta memastikan percepatan penanganan kerusakan yang terjadi sejak 25 November 2025 lalu. Kondisi di lapangan menunjukkan perubahan alur Sungai Aek Batang Angkola yang mengakibatkan Bendung Irigasi Sibongbong–Napa tidak lagi berfungsi optimal.
Bendung dan jaringan irigasi ini merupakan sumber pengairan bagi sekitar 200 hektare lahan persawahan yang tersebar di Desa Sibongbong, Desa Pintu Padang, dan Kelurahan Napa. Karena itu, pemulihan fungsi sungai dan irigasi menjadi prioritas agar aktivitas pertanian masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Melalui APBD Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2026, kami telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan, mulai dari pembangunan bronjong pengalih aliran sungai, normalisasi Sungai Aek Batak Kola, hingga rehabilitasi jaringan irigasi dan bendung Sibongbong–Napa.
Selain itu, melalui dukungan APBN dalam Program Oplah berdasarkan Inpres Nomor 2 Tahun 2025, akan dilaksanakan rehabilitasi jaringan irigasi Sibongbong–Napa senilai Rp5,9 miliar, rehabilitasi D.I Aek Latong Siamporik Rp2,8 miliar, serta pembangunan sumur bor irigasi di beberapa desa dengan total anggaran sekitar Rp6 miliar.
Kami berkomitmen memastikan seluruh program ini berjalan tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Infrastruktur irigasi yang baik akan memperkuat sektor pertanian, menjaga ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani di Tapanuli Selatan.
Red












