Sibuhuan , Liputan 9.co
Jumat 3 Juli 2026
Kembali lagi dan terus bertambah lagi keresahan masyarakat di Kabupaten Padang Lawas seperti Lonjakan harga gas LPG 3 kg yang jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) dan maraknya kelangkaan yang diduga akibat lemahnya pengawasan distribusi.
Kasus ini pada umumnya dipicu oleh penyaluran yang tidak tepat sasaran dan minimnya pengawasan dalam tindakan tegas terhadap oknum pengecer nakal.
Kelangkaan dan lonjakan harga gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram (gas melon) kembali lagi meresahkan warga di Kabupaten Palas dalam beberapa pekan terakhir. Sesuai pantauan di Lapangan di tingkat pengecer, harga gas bersubsidi ini melambung tinggi hingga mencapai Rp35.000 hingga Rp40.000 per tabung, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah sebesar Rp18.000 hingga Rp22.000 per tabung.
Kondisi ini membuat masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah dan pelaku usaha mikro, menjeeriit. Vina Hasibuan(44), seorang ibu rumah tangga di wilayah Pasar Sibuhuan mengaku kepada media ini terpaksa harus berkeliling ke sejumlah warung dan pangkalan demi mendapatkan gas.
“Sudah harganya mahal sekali, barangnya juga langka. Kami harus antre berjam-jam, bahkan kadang kehabisan dan harus membeli eceran dengan harga dua kali lipat,” keluhnya, Rabu (01/07/2026).
Menanggapi fenomena yang terjadi yang menimbulkan perhatian publik, oleh karena itu team dari beberapa media menelusuri Langsung ke Lapangan dan menyimpulkan bahwa akar masalah dari mahalnya harga elpiji bukan sekadar masalah kuota, melainkan akibat lemahnya pengawasan dari instansi terkait. Kebocoran distribusi disinyalir terjadi karena banyaknya agen atau pangkalan yang menjual langsung ke pengecer besar atau pelaku usaha yang tidak berhak menerima subsidi.
Ditambah lagi kebijakan operasi pasar atau penerapan harga tidak akan cukup menekan lonjakan harga jika pengawasan di lapangan tidak diperketat. Oknum-oknum distributor nakal yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan pribadi di tengah kesulitan masyarakat hal seperti ini harus ditindak secara tegas demi terciptanya Visi dan misi Bupati Palas PMA Luruskan Niat dan terus Bermanfaat.
Keesokan harinya tim dari media berkunjung ke Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Palas sempat 2 kali kunjungan tetapi tidak satu pun pejabat ditemukan kemudian tim berusaha menghubungi Kabid Perdagangan Mahdalena Via Hp untuk berkordinasi terkait keresahan masyarakat dengan harga gas subsidi 3kg dengan harga melonjak tinggi kemudian di jawab beliau via Hp, “Maaf saya lagi tugas luar daerah, PRSU”, katanya kepada media.
Tidak hanya sampai disitu Tim media berusaha lagi berkomunikasi dengan Kadis Koperasi Ukm perindustrian dan perdagangan Wildan Hasibuan dari 2 kali kunjungan kadis tesebut tidak ada di tempat.
Masyarakat Palas berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupatuten Palas dan para petugas pengawas agar melakukan inspeksi mendadak (Sidak) secara berkala ke Pangkalan Resmi serta menertibkan harga para pedagang eceran yang menjual di atas harga HET agar terciptanya masyarakat makmur dan Sejahtera.
(DH).












