Berita

Qultum Pagi Bersama Bang AS Pekerjaan Jurnalis Menurut Pandangan Islam

35
×

Qultum Pagi Bersama Bang AS Pekerjaan Jurnalis Menurut Pandangan Islam

Sebarkan artikel ini

 

CILACAP | LIPUTAN 9.CO

6 Juli 2026 – Dalam penyampaian Qultum Pagi kali ini, Bang As mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, khususnya bagi mereka yang berkecimpung di dunia pemberitaan. Ia menjelaskan bahwa pekerjaan sebagai wartawan atau jurnalis bukan sekadar mencari nafkah, melainkan memiliki kedudukan yang sangat mulia jika dijalankan dengan niat dan cara yang benar menurut ajaran Islam.

 

Bang As mengawali penjelasannya dengan mengingatkan bahwa tugas utama seorang wartawan adalah menyampaikan informasi. Dalam Islam, hal ini berkaitan erat dengan amanah, kejujuran, dan tanggung jawab besar.

 

“Menjadi wartawan itu ibarat memegang obor informasi. Jika yang disampaikan benar, maka manfaatnya sampai kepada banyak orang. Namun jika yang disampaikan kabar bohong atau tidak jelas kebenarannya, maka dosanya pun akan menimpa kepada yang menyampaikannya,” ujar Bang As.

 

Ia kemudian memaparkan beberapa poin penting mengenai profesi wartawan menurut Islam:

 

Menjaga Kejujuran dan Kebenaran

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an agar kita menyampaikan amanah kepada yang berhak dan berbicara dengan benar. Seorang wartawan wajib memastikan kebenaran sebelum menyebarkan berita, tidak asal menyampaikan kabar yang belum jelas kebenarannya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau kerusakan di tengah masyarakat.

 

Menjaga Amanah dan Menjaga Rahasia

Informasi yang diperoleh harus disampaikan sebagaimana adanya tanpa mengubah-ubah fakta untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Selain itu, juga harus bijak dalam memilah informasi mana yang pantas disampaikan demi kebaikan bersama, dan mana yang sebaiknya disimpan jika menyangkut aib atau kerahasiaan orang lain yang tidak merugikan umum.

 

Menghindari Kebohongan dan Fitnah

Islam sangat melarang menyebarkan berita bohong, memutarbalikkan fakta, atau menyebarkan berita yang dapat memecah belah persaudaraan. Menyebarkan berita yang tidak benar dapat menimbulkan permusuhan dan fitnah yang pahalanya sangat berat di sisi Allah.

 

Niat Sebagai Ibadah dan Pelayanan

Jika seorang wartawan bekerja dengan niat menyampaikan kebenaran, membela hak orang yang tertindas, serta memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat, maka pekerjaan yang dilakukan pun bernilai ibadah di hadapan Allah.

 

“Seorang jurnalis yang baik adalah mereka yang berani mengatakan yang benar itu benar, dan yang salah itu salah, tidak takut kepada siapa pun selain kepada Allah. Ingatlah, setiap tulisan dan perkataan yang kita sampaikan akan dicatat dan kelak akan dimintai pertanggungjawaban,” pesannya mengingatkan.

Bang As juga berharap agar seluruh insan pers senantiasa menjaga etika dan nilai-nilai kebaikan dalam setiap karya yang dihasilkan.

Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar senantiasa diberikan kemudahan, kebenaran, dan keberkahan dalam setiap pekerjaan, serta dijauhkan dari perkataan maupun tulisan yang tidak bermanfaat.

( Asep Saepudin)

Tinggalkan Balasan