Berita

SMAN 1 Bantaeng Gelar Sosialisasi dan Program Sekolah dengan Orang Tua Siswa Selama 3 Hari

21
×

SMAN 1 Bantaeng Gelar Sosialisasi dan Program Sekolah dengan Orang Tua Siswa Selama 3 Hari

Sebarkan artikel ini

 

 

Bantaeng.Sulsel.Liputan9.co

SMA Negeri 1 Bantaeng menggelar kegiatan sosialisasi program sekolah kepada orang tua/wali murid baru Tahun Pelajaran 2026/2027 selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 Juli 2026. Kegiatan yang dipusatkan di ruang perpustakaan sekolah tersebut menjadi langkah awal membangun kemitraan antara sekolah, orang tua, dan komite dalam mendukung keberhasilan pendidikan peserta didik.

 

Sebanyak 396 orang tua/wali murid yang mewakili 11 rombongan belajar (rombel) mengikuti kegiatan ini secara bergiliran. Hari pertama diikuti orang tua/wali murid kelas X-1, X-3, X-5, dan X-7. Hari kedua dihadiri kelas X-2, X-9, X-10, dan X-11, sedangkan hari ketiga diikuti kelas X-4, X-6, dan X-8.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komite SMAN 1 Bantaeng Drs. H. Muslimin, M.Si., Wakil Ketua Komite Nurdin Halim, S.Ag. yang juga bertindak sebagai moderator, para wali kelas, guru Bimbingan dan Konseling (BK), perwakilan guru mata pelajaran, serta tim media. Hadir pula Kaperwil Sulawesi Selatan MEDIA NASIONAL ONLINE LIPUTAN9.CO, Ucok Haidir Sebagai tim media untuk menyaksikan secara langsung jalannya kegiatan sebagai bentuk keterbukaan sekolah dalam membangun komunikasi dengan orang tua, termasuk terkait partisipasi masyarakat yang dilaksanakan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Dalam sambutannya, Ketua Komite SMAN 1 Bantaeng, H. Muslimin, menegaskan bahwa keterlibatan orang tua merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan peserta didik selama menempuh pendidikan di sekolah.

 

Sebagai alumni angkatan 1986, H. Muslimin juga mengajak para orang tua mengenal sejarah dan perjalanan SMAN 1 Bantaeng sebagai salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Bantaeng. Menurutnya, berbagai prestasi yang diraih sekolah, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional hingga internasional, merupakan hasil kerja keras seluruh warga sekolah dan dukungan orang tua.

 

Salah satu capaian membanggakan yang disampaikan adalah keberhasilan dua siswi SMAN 1 Bantaeng, Zakiyah dan Maraya, meraih Medali Emas pada ajang World Youth STEM Invention & Innovation 2026 di Bangkok, Thailand. Keduanya berhasil mengharumkan nama Indonesia melalui inovasi ramah lingkungan berbahan daun sirsak yang dinilai memiliki manfaat di bidang kesehatan dan dampak sosial.

 

Pada kesempatan yang sama, Kepala SMAN 1 Bantaeng, Dr. Wahid Hidayat, S.Pd., M.Pd., memaparkan tata tertib sekolah, budaya disiplin, serta berbagai program prioritas yang menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi sekolah sebagai lembaga pendidikan yang unggul, berkarakter, berprestasi, berwawasan lingkungan, dan berdaya saing global.

 

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada SMAN 1 Bantaeng.

 

“Alhamdulillah, berkat kepercayaan orang tua, kerja keras guru, dan kolaborasi seluruh warga sekolah, SMAN 1 Bantaeng berhasil meraih predikat Adiwiyata Nasional pada tahun 2023 dan Adiwiyata Mandiri pada tahun 2025. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” ujar Wahid Hidayat.

 

Menurutnya, keberhasilan sekolah tidak hanya diukur dari banyaknya prestasi akademik maupun nonakademik yang diraih peserta didik, tetapi juga dari keberhasilan membangun karakter, kedisiplinan, integritas, dan kepedulian terhadap lingkungan.

 

Sebagai bentuk komitmen bersama, seluruh orang tua/wali murid diajak menandatangani Pakta Integritas sebagai wujud dukungan terhadap penerapan tata tertib dan budaya positif yang selama ini menjadi ciri khas SMAN 1 Bantaeng.

 

Kepala sekolah juga memperkenalkan para wali kelas, guru mata pelajaran, serta guru BK yang akan mendampingi peserta didik selama menempuh pendidikan di sekolah. Selain itu, orang tua diperkenalkan dengan berbagai program pengembangan karakter, akademik, religius, dan ekstrakurikuler yang menjadi wadah pengembangan potensi siswa.

 

Dalam sesi penyampaian program sekolah, Wahid Hidayat menjelaskan bahwa masih terdapat sejumlah kebutuhan pengembangan sarana dan prasarana yang belum dapat dibiayai melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena itu, sekolah membuka ruang partisipasi masyarakat melalui sumbangan sukarela yang tidak mengikat, tanpa penetapan besaran maupun kewajiban bagi setiap orang tua.

 

Ia menegaskan bahwa seluruh bentuk partisipasi masyarakat akan dikelola secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

 

Melalui kegiatan sosialisasi ini, SMAN 1 Bantaeng berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara sekolah, komite, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, disiplin, berkarakter, berprestasi, dan berwawasan lingkungan. Kolaborasi tersebut diyakini menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi yang unggul, berintegritas, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

(Ucok haidir)

Tinggalkan Balasan