Berita

Kolaborasi Disdik Madina dan BBGTK Sumut,Siap Wujudkan Layanan Bimbingan Konseling Berkualitas di Sekolah

27
×

Kolaborasi Disdik Madina dan BBGTK Sumut,Siap Wujudkan Layanan Bimbingan Konseling Berkualitas di Sekolah

Sebarkan artikel ini

 

MANDAILING NATAL|LIPUTAN 9.CO

Komitmen meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan sarana dan prasarana, tetapi juga melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya para pendidik. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan program pelatihan dan bimbingan konseling yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal bekerja sama dengan Balai Besar Guru Penggerak (BBGTK) Provinsi Sumatera Utara.

 

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para kepala sekolah dan guru untuk memperdalam kompetensi dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling yang lebih profesional, humanis, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik di lingkungan sekolah.

 

Salah satu peserta yang memberikan apresiasi tinggi terhadap pelatihan tersebut adalah Kepala SDN 358 Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Asmina, S.Pd. Menurutnya, kegiatan yang diselenggarakan tersebut memberikan manfaat yang sangat besar dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan pendidikan sekaligus memperkuat kemampuan guru dalam mendampingi perkembangan karakter, sosial, emosional, dan akademik peserta didik.

 

Asmina menyampaikan rasa terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal yang telah menjalin sinergi dengan BBGTK Provinsi Sumatera Utara sehingga pelatihan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan di daerah.

 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal yang telah bekerja sama dengan BBGTK Sumatera Utara atas terselenggaranya pelatihan bimbingan dan konseling ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena menambah wawasan, meningkatkan kompetensi, serta memberikan bekal melalui tujuh jurus hebat yang dapat saya terapkan di sekolah dalam memberikan layanan bimbingan konseling kepada peserta didik,” ujar Asmina.

 

Ia menjelaskan bahwa perkembangan dunia pendidikan saat ini menuntut kepala sekolah dan guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi pendamping yang mampu memahami berbagai kebutuhan peserta didik, termasuk aspek psikologis, sosial, emosional, hingga pembentukan karakter.

 

Menurutnya, materi yang disampaikan selama pelatihan memberikan perspektif baru mengenai pentingnya layanan bimbingan dan konseling sebagai bagian integral dari proses pendidikan yang berkualitas.

 

Sebagai pemimpin di SDN 358 Natal, Asmina berkomitmen mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan ke dalam berbagai program sekolah. Ia optimistis pendekatan bimbingan dan konseling yang lebih efektif akan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

 

Lebih lanjut, Asmina berharap program peningkatan kompetensi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak guru di Kabupaten Mandailing Natal memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan profesionalnya.

 

“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak guru yang mendapatkan kesempatan meningkatkan kompetensi dan kualitas layanan pendidikan kepada peserta didik,” tambahnya.

 

Pelatihan tersebut juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional melalui penguatan kompetensi pendidik. Guru dan kepala sekolah diharapkan mampu menghadirkan layanan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan perkembangan karakter, kesehatan mental, serta potensi setiap peserta didik.

 

Kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal dan BBGTK Provinsi Sumatera Utara menjadi contoh sinergi antarlembaga dalam mendukung transformasi pendidikan yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman.

 

Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di satuan pendidikan masing-masing serta mengimplementasikan praktik-praktik terbaik dalam layanan bimbingan dan konseling.

 

Bagi Asmina, pelatihan tersebut bukan sekadar agenda peningkatan kapasitas, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, memiliki ketahanan mental yang baik, serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Hal ini sekaligus mempertegas komitmennya sebagai kepala sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan benar-benar berpihak kepada kepentingan terbaik bagi setiap peserta didik.

Tinggalkan Balasan