Jakarta, Liputan9.co
Sejumlah pedagang UMKM di kawasan Terminal Bus Kalideres, Jakarta Barat, menyampaikan keluhan terkait biaya sewa lapak yang mereka nilai cukup tinggi.
Informasi tersebut diperoleh awak media dari sejumlah pedagang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurut salah seorang pedagang, setiap pelaku usaha dikenakan biaya sewa lapak dengan nominal yang bervariasi.
Ia mengaku membayar sekitar Rp1,5 juta per bulan kepada petugas yang disebut berkaitan dengan pengelolaan lapak di Terminal Kalideres.
“Kami membayar biaya sewa lapak setiap bulan.
Nominalnya cukup besar dan berbeda-beda,” ujar narasumber kepada awak media.
Awak media juga berupaya meminta keterangan kepada pimpinan Terminal Bus Kalideres,Bapak Nur Prasetyo terkait mekanisme pengelolaan dan penarikan biaya sewa lapak UMKM.
Namun, berdasarkan keterangan yang dihimpun, belum diperoleh penjelasan rinci mengenai sistem pembiayaan tersebut.
Dalam menjalankan tugas jurnalistik, awak media menyatakan tetap menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak pengelola Terminal Kalideres guna memperoleh informasi yang akurat dan berimbang, sekaligus mendukung keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari para pedagang, jumlah lapak UMKM di kawasan Terminal Kalideres diperkirakan mencapai sekitar 1.500 unit. Namun, data tersebut masih berupa perkiraan dan belum dapat diverifikasi melalui data resmi dari instansi terkait.
Keluhan para pedagang mengenai besaran biaya sewa tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian pihak pengelola maupun instansi yang berwenang.
Apabila terdapat dugaan pelanggaran terhadap ketentuan pengelolaan atau pungutan, hal tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan pihak berwenang,Apabila terdapat dugaan pelanggaran terhadap ketentuan pengelolaan atau pungutan, hal tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan oleh pihak berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Media online dan media surat kabar tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak Terminal Bus Kalideres maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan atas informasi yang berkembang.
(H.R)












